Smart City

Smart City

Smart City atau kota cerdas adalah visi pembangunan kota untuk mengintegrasikan teknologi informasi & komunikasi (TIK) dan Internet of things (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota. Aset ini mencakup sistem informasi, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit. Lalu pembangkit listrik, jaringan pasokan air, pengelolaan sampah, penegakan hukum, dan layanan masyarakat setempat. Pejabat kota dapat berinteraksi dengan masyarakat untuk memantau apa yang terjadi di kota. Melalui aplikasi, penggunaan sensor dan kamera CCTV secara  real-time. Data dikumpulkan dari warga negara dan perangkat yang kemudian diproses dan dianalisa.

Konsep Smart City meningkatkan kualitas, kinerja dan interaktivitas layanan perkotaan dengan tujuan untuk mengurangi biaya & konsumsi sumber daya. Dan meningkatkan interaksi antara masyarakat dan pemerintah kota. Hal ini berakibat pada restrukturisasi ekonomi, kepindahan ke ritel online, populasi yang menua. Juga pertumbuhan populasi perkotaan dan tekanan pada keuangan publik.

Pada tahun 2010, Uni Eropa mengembangkan berbagai program di bawah ‘Agenda Digital Eropa’ . Dengan  fokus pada penguatan inovasi dan investasi TIK. Untuk meningkatkan layanan publik dan kualitas hidup. Adanya perkiraan bahwa pasar global untuk layanan kota cerdas akan menjadi $ 400 miliar per tahun pada tahun 2020. Teknologi dan program Smart City telah diimplementasikan di Milton Keynes, Southampton, Amsterdam, Barcelona, ​​Madrid, Stockholm, China. Lalu Suwon (Korea Selatan), Stockholm (Swedia), Gangnam District of Seoul (Korea Selatan), Waterloo, Ontario (Kanada). Negara lainnya Taipei (Taiwan), Mitaka (Jepang), Glasgow (Skotlandia, Inggris), Calgary (Alberta, Kanada). Lalu Seoul (Korea Selatan), New York City (AS), LaGrange, Georgia (AS), dan Singapura.

Beberapa konsep Smart City :

  1. Kota digital: Menggabungkan infrastruktur berorientasi layanan, layanan inovasi dan infrastruktur komunikasi broadband dan komputer. Berdasarkan standar industri terbuka untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan masyarakat kota.
  2. Kota virtual: Diimplementasikan di dunia maya dengan visi “dunia tanpa jarak”. Namun masalah jarak fisik dan lokasi masih belum mudah dikelola. Ide ini bertahan melalui infrastruktur TIK, pusat data, dan bursa.
  3. Kota informasi: Banyak penduduk yang bisa hidup dan bekerja di Internet karena mereka bisa mendapatkan setiap informasi melalui infrastruktur TIK. Adanya keterkaitan antara layanan warga dan pemerintah kota.
  4. Kota cerdas: Inovasi teknologi untuk mendukung prosedur pembelajaran,  pengetahuan, kreativitas dan sumber daya manusia yang berusaha mengubah kehidupan sehari-hari.
  5. Kota Ubiquitous : Menghubungkan warga dengan layanan apapun melalui perangkat apapun melalui chip komputer yang dimasukkan ke elemen perkotaan tersebut. Menurut Anthopoulos, L., & Fitsilis, P., ini merupakan perpanjangan konsep kota digital.

Untuk mengetahui info komputer lainnya, anda dapat mengklik tautan dibawah ini.
https://terabitkomputer.com/blog/

Video tentang Smart City dapat dilihat di Youtube.