Categories
Blog

Pengaruh Cloud Computing Pada Bisnis

Pengaruh cloud computing pada bisnis. Cloud computing adalah teknologi informasi yang memungkinkan akses ke berbagai sumber daya dan pelayanan sistem yang dapat dikonfigurasi dan cepat disediakan dengan upaya manajemen minimal,  melalui Internet. Hal ini menggunakan jaringan server jarak jauh yang dihosting di Internet untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data.

Layanan komputasi yang diberikan adalah server, penyimpanan, basis data, jaringan, perangkat lunak, analitik, dan lainnya. Perusahaan yang menawarkan layanan komputasi ini disebut penyedia cloud dan biasanya mengenakan biaya berdasarkan penggunaan.

Cloud computing memungkinkan perusahaan untuk fokus pada bisnis inti mereka daripada menghabiskan sumber daya pada infrastruktur dan pemeliharaan komputer. Dapat meminimalkan biaya infrastruktur TI di muka. Membuat aplikasi mereka berjalan lebih cepat, dengan pengelolaan yang lebih baik dan lebih sedikit pemeliharaan. Manager TI dapat menyesuaikan sumber daya untuk memenuhi permintaan bisnis yang fluktuatif dan waktu tertentu . Cloud computing memungkinkan bisnis untuk mengakses informasi mereka secara virtual, menciptakan cara yang fleksibel dan global untuk mengakses data di mana saja dan kapan saja.

Ada 3 Jenis layanan cloud computing, yakni :

  1. Infrastructure sebagai layanan (IaaS). Kita menyewa infrastruktur TI — server dan mesin virtual (VM), penyimpanan, jaringan, sistem operasi — dari penyedia cloud.
  2. Platform sebagai layanan (PaaS). Memudahkan pengembang untuk membuat web atau aplikasi seluler dengan cepat, tanpa perlu khawatir tentang infrastruktur dan basis data yang diperlukan untuk pengembangan.
  3. Perangkat lunak sebagai layanan (SaaS). Ini adalah metode untuk mengirimkan aplikasi melalui Internet sesuai permintaan dan biasanya berdasarkan langganan. Penyedia cloud mengelola aplikasi dan pemeliharaannya.

Menurut informasi dari Synergy Research Group, untuk pasar public cloud sendiri saat ini dikuasai oleh Amazon Web Serices dengan pasar global sebesar 34%. Disusul Microsoft Azure yang menguasai  pasar sebesar 11%. Sedangkan Google Cloud menguasai pasar sebesar 5%.

Kevin Samuelson, Chief Financial Officer di Infor, mengatakan bahwa tiga atau empat tahun lalu, saya pergi ke Eropa dan semua orang di sana sangat takut dengan cloud, karena merasa datanya bisa dilihat orang lain. Tapi sekarang, orang menganggap dengan berpindah ke cloud justru keamanan data akan lebih bagus. Para CFO sudah memahami manfaat cloud terutama dari sisi biaya yang cenderung lebih rendah.  Disampaikan pada acara ASEAN-ANZ Executive Summit 2018 di Singapura.

Gilarsi W. Setijono, Presiden Direktur PT Pos Indonesia, sehubungan dengan proses sortir paket mengatakan bahwa di sisi collecting, kami sedang membuat interactive model antara kurir dengan cloud, dimana seller akan mentrigger kebutuhan. Kemudian cloud memroses dan menginformasikan kepada agen, kantor pos, atau tenaga pick up terdekat untuk melakukan collecting sampai dengan delivery. Dengan cloud maka perubahan kecepatannya akan sangat signifikan.

Untuk mengetahui info komputer lainnya, anda dapat mengklik tautan dibawah ini.
https://terabitkomputer.com/blog/

Pengaruh cloud computing pada bisnis juga dapat dilihat di   Youtube.