Mengenal HVAC (Heating, Ventilation, And Air Conditioning)


Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) – adalah sistem yang dirancang, dipasangkan, dan dioperasikan untuk mengatur kualitas udara, terutama suhu, kelembapan, dan kebersihan udara di dalam ruangan tertutup.

Untuk apa kita menggunakan HVAC?

Ketika kita masuk ke dalam suatu ruangan, lalu kita merasa sumpek, pengap, terlalu panas atau terlalu dingin, bahkan sulit bernafas, HVAC-lah solusinya!

Dengan HVAC, kita bisa mendapatkan udara yang segar, nyaman, bebas dari polusi, dan optimal untuk segala macam keperluan di sepanjang hari.

Di mana kita memerlukan HVAC?

Singkatnya, di bangunan domestik dan bangunan komersial. Bangunan domestik mencakup rumah, apartemen, dan hotel; sedangkan, bangunan komersial mencakup gedung pabrik, gedung kantor, mall, rumah sakit, dan sekolah.

Selain itu, HVAC juga digunakan di dalam sarana transportasi, seperti pesawat, kapal, kereta api, bus, dan mobil.

Apa saja yang termasuk di dalam HVAC?

Sesuai dengan namanya, HVAC bukan hanya satu alat, melainkan suatu sistem yang terdiri dari beberapa macam unit yang bekerja secara bersamaan sebagai berikut:

Ventilasi

Ventilasi adalah proses penyediaan udara bersih ke dalam ruangan dan pengeluaran udara kotor ke luar ruangan. Ada dua jenis ventilasi, yaitu ventilasi alami dan ventilasi mekanik.

Ventilasi alami adalah pertukaran udara yang terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu, kisi-kisi, bukaan permanen, dan celah udara lainnya. Ventilasi alami dapat terjadi karena adanya perbedaan tekanan dan suhu udara.

Selanjutnya Ventilasi mekanik adalah pertukaran udara buatan yang terjadi dengan bantuan alat-alat mekanik, seperti kipas. Ventilasi mekanik dapat terjadi karena ada alat yang dapat menyedot dan menghembuskan udara dari/ke dalam ruangan.

Air Handling Unit (AHU)

AHU adalah unit pengondisian udara berupa kotak berukuran besar dan panjang yang terbuat dari logam.

AHU memiliki dua jalur, yaitu AHU supply yang menyedot udara dari luar ruangan, mengolah udara, dan menghembuskannya ke dalam ruangan, serta AHU return yang menyedot udara dari dalam ruangan dan menghembuskannya ke luar ruangan.

Di dalam AHU, bagian-bagiannya adalah filter, kipas sentrifugal, kondensor, evaporator, kompresor, katup ekspansi, refrigeran, saluran udara (ducting), damper, dan sensor (untuk suhu dan tekanan udara).

Agar dapat bekerja dengan makin efisien, AHU juga dapat disambungkan dengan komponen pendukung, seperti water chiller, pompa sirkulasi, dan insulasi (ThermoTech).

Air Conditioner (AC)

AC adalah komponen pengondisian udara untuk mengatur suhu dan kelembapan udara.

AC biasanya hanya mendaur ulang udara yang sudah ada di dalam ruangan.

Di dalam AC, bagian-bagiannya adalah filter, kipas blower, kondensor, evaporator, kompresor, katup ekspansi, dan refrigeran (antara lain freon).

AC Central

AC Central adalah sistem pengondisian udara yang terdiri dari satu unit pusat dan saluran udara (ducting) yang disambungkan ke sejumlah ruangan.

Jadi AC Central hanya memiliki satu jalur udara (supply) ke dalam ruangan, untuk menyediakan udara segar dari luar ruangan atau mendaur ulang udara yang sudah ada di dalam ruangan.

Bagian-bagiannya mirip seperti AC, tetapi AC Cental dilengkapi dengan water chiller dan saluran udara.

Bagaimana cara kerja HVAC?

Pada umumnya HVAC bekerja dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Kipas sentrifugal berputar dan menaikkan kecepatan aliran udara sehingga menyedot udara dari luar ruangan ke dalam AHU.
  2. Filter menyaring udara dari debu, asap, dan partikel asing lainnya.
  3. Katup ekspansi membatasi aliran cairan refrigeran dari kondensor ke evaporator, sehingga tekanan dan suhunya menurun.
  4. Evaporator yang berbentuk kumparan mengambil suhu panas dari udara ke cairan refrigeran, sehingga refrigeran berubah menjadi uap dan udara dingin dihembuskan ke dalam saluran udara.
  5. Evaporator juga dapat berfungsi sebagai dehumidifier, karena evaparator menurunkan suhu udara sehingga uap air yang ada di dalam udara menjadi air yang dibuang ke luar ruangan dan tingkat kelembapan udara menurun.
  6. Saluran udara (ducting supply) mengalirkan udara yang bersih dan dingin ke dalam satu atau lebih ruangan.

Secara bersamaan, HVAC juga bekerja dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Kipas exhaust atau kipas sentrifugal berputar sehingga menyedot udara dari dalam ruangan ke dalam saluran udara.
  2. Saluran udara (ducting return) mengalirkan udara dari dalam ruangan ke dalam AHU.
  3. Kompresor menekan uap refrigeran dari evaporator ke kondensor, sehingga tekanan dan suhunya meningkat.
  4. Kondensor yang berbentuk kumparan melepaskan suhu panas dari uap refrigeran ke udara, sehingga refrigeran berubah menjadi cair dan udara panas dihembuskan ke luar ruangan.
Jika saya ingin memiliki HVAC, apa yang harus saya lakukan?

Sebelum memesan HVAC, penting untuk memerhatikan kebutuhan kita terlebih dahulu, yaitu:

  • kondisi lokasi dan cuaca, termasuk rentang suhu, rentang tingkat kelembapan, rentang tekanan atmosfer, arah dan kecepatan angin, serta arah dan intensitas cahaya matahari
  • ciri-ciri bangunan, seperti letak, bentuk, ukuran, dan bahan bangunan
  • isi bangunan, seperti tata ruang, jenis peralatan/perabotan yang digunakan, tingkat aktivitas, dan jadwal kegiatan rutin
  • kondisi ekstrem yang dapat terjadi, misalnya banjir
  • perkiraan tentang kapasitas dari HVAC yang dibutuhkan

Selain itu, kita juga perlu mengamati hal-hal sebagai berikut:

  • pedoman yang baku sesuai dengan Permenkes RI No. 1077/Menkes/Per/V/2011 Tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah
  • perhitungan dana (budget) yang tersedia untuk pemasangan dan perawatan HVAC
  • tempat untuk pemasangan HVAC yang aman dari suhu panas yang berlebihan, air hujan, polusi, dan kondisi ekstrem

Dengan data yang sudah lengkap, barulah kita mengontak perusahaan spesialisasi bidang HVAC dengan cara sebagai berikut:

  • kontak: mengontak perusahaan melalui nomor kontak yang disediakan
  • konsultasi: menjelaskan kebutuhan, mendiskusikan pilihan model yang sesuai dengan kebutuhan dan budget
  • deal: memesan model HVAC yang diinginkan dan menyusun jadwal pemasangan
  • pemasangan HVAC: mengikuti instruksi pemasangan HVAC bersama dengan tenaga ahli secara kooperatif
  • simulasi HVAC: menyalakan dan mengetes HVAC bersama dengan tenaga ahli untuk memastikan bahwa HVAC dapat beroperasi dengan baik sesuai rancangan

Contoh perusahaan penyedia HVAC yang ada di Indonesia:

PT. Andero Michaniki Indonesia

Jika saya sudah memiliki HVAC, apa lagi yang perlu saya lakukan?

Pertama, kita harus melakukan perawatan dengan cara-cara sebagai berikut:

  • memenuhi jadwal perawatan dengan tepat waktu
  • melakukan pengukuran kualitas udara secara berkala; mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran untuk menentukan langkah lebih lanjut
  • membersihkan filter, kipas, dinding AHU, dan saluran udara secara berkala
  • memeriksa apakah setiap bagian dapat beroperasi tanpa hambatan dan/atau kebocoran; mengatasi hambatan dan/atau kebocoran dengan segera
  • memeriksa apakah damper berada pada posisi yang tepat
  • mengawasi kondisi di luar ruangan, terutama di jalur masuknya udara

Kedua, kita dapat meningkatkan kinerja HVAC dengan cara-cara sebagai berikut:

  • memilih desain HVAC yang tepat dengan REE (Rasio Efisiensi Energi) yang lebih tinggi
  • mengurangi beban pendinginan HVAC dengan merancang ruangan agar memiliki ventilasi alami yang baik dan insulasi suhu yang tinggi
  • memasang grill dan/atau filter tambahan apabila udara dari luar ruangan dapat membawa masuk benda asing, seperti batu, tanah, daun, dan sampah
  • mengurangi saluran udara yang tidak dibutuhkan
  • menambah lapisan insulasi pada saluran udara
  • mematikan atau membatasi pengoperasian HVAC di luar waktu aktivitas
  • mempersiapkan sumber tenaga listrik cadangan (seperti genset) agar HVAC dapat tetap dinyalakan pada keadaan darurat
Bagaimana saya bisa tahu bahwa HVAC milik saya sudah beroperasi dengan baik?

Secara sederhana, HVAC semestinya dapat menghasilkan udara dengan suhu yang diinginkan, tingkat kelembaban yang dapat diterima, partikel debu yang sesedikit mungkin, tingkat bau di dalam batas wajar, dan sirkulasi yang memenuhi seluruh ruangan.

Maka, langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Berdirilah di beberapa sudut ruangan, perhatikanlah apakah ada sudut ruangan yang terasa lebih panas daripada sekitarnya
  • Periksalah apakah ada pintu atau jendela yang sering tertutup dengan sendirinya
  • Periksalah tanda-tanda kebocoran kecil seperti bunyi siulan atau angin yang aneh
  • Posisikanlah tangan Anda di depan jalur keluarnya udara, amatilah apakah udara yang dihembuskan keluar memiliki suhu dan kecepatan yang diinginkan

Sebagai langkah lebih lanjut, ikutilah standar yang baku di bawah ini.

Menurut Standar Nasional Indonesia, HVAC harus memenuhi tingkat efisiensi minimum yang diukur berdasarkan COP (coefficient of performance) dan kW/TR (kilowatt per Ton Refrigerasi).

Menurut Permenkes RI No. 1077/Menkes/Per/V/2011, ruangan dengan HVAC yang baik harus memenuhi antara lain persyaratan fisik, seperti:

  • suhu 18-30°C
  • tingkat kelembapan 40-60% Rh
  • laju ventilasi 0,15-0,25 m/dtk

Persyaratan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah:

  • persyaratan kimia, contohnya karbondioksida dan karbon monoksida yang masing-masing tidak lebih dari 1000 ppm dan 9,00 pmm dalam 8 jam
  • persyaratan biologi, contohnya jamur dan bakteri patogen yang keduanya tidak boleh lebih dari 0 CFU/m3
Apakah HVAC juga penting untuk keadaan darurat?

Tentu saja! Ketika keadaan darurat tiba, HVAC yang dinyalakan dengan sumber tenaga listrik cadangan bisa menjadi bantuan yang berdampak besar. Mengapa?

Untuk situasi mati listrik, HVAC dapat menyediakan udara segar yang dibutuhkan agar setiap orang di dalam bangunan dapat bernafas dengan baik.

Untuk situasi bencana kebakaran, HVAC dapat menyedot asap dan suhu panas dari api sehingga mengurangi tingkat bahaya yang ada.

Oleh karena itu, HVAC bukan hanya penting untuk mendukung kegiatan sehari-hari, tetapi juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada saat-saat yang genting.

Penulis: P. F. Wiriadi

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:

ASHRAE Handbook, ASHRAE, Inc., Atlanta, GA, 2005

A. Kashiddik. ”Bab II: Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori” dalam Rancang Bangun Simulator Pengendalian Temperatur Ruangan Menggunakan Ac Sentral Berbasis Logika Fuzzy Sugeno. Perpustakaan Digital Politeknik Negeri Bandung, 2017. (http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/143/jbptppolban-gdl-aldikashid-7125-3-bab2–1.pdf)

Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Danish Energy Management A/S, Buku Pedoman Energi Efisiensi untuk Desain Bangunan Gedung di Indonesia, Jilid 2 Pedoman Teknis Desain, Edisi Pertama. Jakarta, 2012. (https://simebtke.esdm.go.id/sinergi/assets/content/20210705200020_EEG2INFOR_WEB.pdf)

Permenkes Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/Menkes/Per/V/2011. (http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%201077%20ttg%20Pedoman%20Penyehatan%20Udara%20Dalam%20Ruang%20Rumah.pdf)

Prabowo K., Muslim B. Penyehatan Udara. Bahan Ajar Kesehatan Lingkungan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Edisi Tahun 2018. (http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp- content/uploads/2018/09/Penyehatan-Udara_SC.pdf)

Sumber Website:

PT. Andero Michaniki Indonesia (https://michaniki.co.id/)

Sumber Artikel:

Kontraktor HVAC Team. ”Perencanaan Maintenance dan Pemasangan Chiller”, https://kontraktorhvac.com/perencanaan-maintenance-dan-pemasangan-chiller, diakses pada 24 September 2022.

Kinerja.org. 2020. ”Inilah Masalah HVAC dan Cara Merawatnya”, https://www.kinerja.org/b/inilah-masalah-hvac-dan-cara-merawatnya/, diakses pada 24 September 2022.

Toko Resmi Terabit Komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan chat